Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Arza Nursatya


Photo AlbumTak Perlu Warna Untuk Jadi ManisMay 15, '09 9:15 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kamera : Canon EOS 450D
Lensa : 18-55mm
SS : 1 detik
F/stop : 3,5
Flash : Pencet manual krn gada trigger. :D
Manipulasi Digital : Tidak ada. Cuman resize supaya gampang upload.

C&C's are very welcome! =]

Blog EntryOct 18, '08 7:05 AM
for everyone
Victor Hugo pernah berkata, "Anugerah terbesar seseorang adalah kenyataan bahwa ia dicintai.
Mungkin tidak tepat seperti di atas, tapi saya menangkap maksudnya demikian.

Di pikiran saya sekarang bertemu dua pendapat.
"Love With Giving and Without Asking" melawan "She has to give you her love, just like what you did."

Saya bingung.
Apakah pemberian tanpa pamrih berlaku di sini?
Tapi hubungan lawan jenis berstatus "pacar" itu dibina karena ada cinta bukan? Idealnya memang seperti itu, walaupun belakangan alasan hubungan itu bisa karena uang ataupun kekuasaan.
Banyak yang berusaha menumbuhkan pohon cinta, dengan uang sebagai bibitnya.
Dan semakin sedikit yang berusaha dalam kegelapan dunia, mencari uang dengan cinta sebagai penerangnya.

Pemilihan kata cinta di sini sempit memang. Karena cinta itu yang saya maksudkan.
Bukan "kasih", tapi cinta. Cinta di kalangan muda-mudi.

Kasusnya, secara egois saya berkata bahwa cinta saya tak berbalas.
Pertanyaannya, apa yang harus saya lakukan? Bila tak kunjung dijawab, saya akan berkutat di dua pilihan sebelumnya.
Sabar, atau Menuntut.

Untuk anda yang akan atau sedang menjalani hubungan "cinta" ini, pertimbangkan selalu, bahwa anda akan atau sedang menggabungkan dua manusia.

Dua otak.
Dua hati.
Dua sifat.

Dua? Angka yang kecil.
Tapi kenapa dalam permainan poker justru angka inilah yang paling tinggi?
Karena dua melambangkan pilihan yang sulit.
Antara bumi atau langit.
Antara kaya atau miskin.
Antara pria atau wanita.
Antara hitam atau putih.

Dan dalam hal ini, antara Arza Nursatya dan Victor Hugo.
Siapa yang lebih beruntung untuk menang?
Tak ada yang tahu satu detik pun dari masa depan.

Blog EntryOct 14, '08 4:31 AM
for everyone
    

Pengojek payung, joki three in one, atau polisi cepek adalah jenis usaha sangat unik yang tidak ditemukan di kota besar di negara manapun di dunia.

 

Usaha ini dihasilkan oleh orang-orang dgn jenis karakter (untuk bertahan hidup) : inovatif, sekalipun usaha mereka untuk bertahan hidup itu sering (atau selalu?) Berbenturan dengan regulasi (baca: aturan/aparat/kekuasaan mayoritas).

 

Oleh karenanya, orang dengan tipikal seperti ini boleh dibilang sangat jarang.

 

Dan menurut saya, orang lain yang tidak memiliki daya juang seperti mereka (yang inovatif) membuat suatu kecaman publik secara massal (dan parahnya berusaha menyeret orang lain yang tak berpikir jernih untuk ikut serta ke dalam pemikiran picik mereka) bahwa bentuk usaha semacam itu melanggar norma. Memalukan. Malas. Bermental pengemis.

 

Saya tidak mengatakan bahwa orang-orang "inovatif" tersebut benar-benar inovatf, karena selalu ada mereka yang benar-benar malas. Malas untuk mencari bidang usaha lain yang sebenarnya sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka. Hanya ingat, tidak ada bidang usaha yang memalukan selama apa yang dilakukan tersebut sesuai dengan potensi dan kemampuan masing2 individu yang berusaha, halal, dan yang terpenting tidak merugikan orang lain.

 

Saya pernah melihat fenomena bertahan hidup yang amat mengesankan.

Bukan di Afrika.

Bukan di Timur Tengah.

Bukan di New York. Tokyo. Shanghai.

 

Di Jakarta.

Seorang pria 40 tahunan, berseragam satpam yang bersih dan rapi, dengan peluit tergantung di mulut, tatapan mata tajam, dan semangat yang membara, keluar dari rumahnya di sebuah gang yang sempit.

Geraknya pelan, tapi pasti.

Pelan. Karena satu pasang kaki yang seharusnya dimiliki setiap manusia, tidaklah ada padanya. Tangannya hanya sebelah. Tangan kiri terbungkus kulit hitam legam dengan urat menonjol pertanda kerasnya kerja yang ia lakukan.

 

Pekerjaan sehari-harinya polisi cepek. Pak ogah.

Kantornya, persimpangan jalan yang cukup ramai.

Kliennya, pengendara mobil dan (kadang-kadang) motor yang sering tidak sabar menunggu untuk melintas memotong arah. Mungkin juga karena kendaraan dari arah lain tidak punya kesabaran yang cukup untuk memberikan jalan pada orang lain di jalan itu. Merasa dirinyalah yang paling penting.

 

Pengendara truk ataupun bus yang memberi uang receh tanda terimakasih, seringkali harus melemparkan uangnya ke badan si pria. Padahal seharusnya pemberian itu diberi dan diterima dengan tangan pula. Sayang sekali, jarak tangan si pria dan kliennya cukup jauh karena tinggi si pria hanya sekitar satu meter.

 

Saya takjub.

Terharu. Kesal. Sedih.

Anggota tubuh saya lengkap, meski dengan kelebihan dan kekurangan di sana-sini.

Tapi saya lengkap! Dia tidak!

 

Saya membayangkan. Bagaimana seandainya ia diberi anggota tubuh yang lengkap seperti Donald Trump, Bill Gates, atau Warren Buffet.

Apa hidupnya akan sama seperti para biliuner?

 

Lima puluh satu persen dari pikiran saya mengatakan tidak.

Ia tercipta untuk menjadi orang sukses dengan keadaannya sendiri.

Ia tidak perlu keberhasilan dengan gaya orang lain.

Ia akan berhasil dengan caranya.

Demikian juga dengan setiap dari kita.

 

Kita semua terlahir dengan kekurangan dan kelebihan yang khas.

Tuhan Maha Adil.

Bagi anda yang tidak percaya Tuhan, "kehidupan yang tidak disengaja ini" mempunyai keadilan juga.

 

Jadi, daripada sibuk mengkritik orang lain dan menambah daftar nama orang-orang malas (yang besar kemungkinan tidak tahu bakatnya sendiri) yang sibuk meratapi kekurangannya sendiri, saya lebih memilih untuk melihat diri ke dalam diri saya sendiri.

Apa yang bisa saya banggakan?

Ketika saya telah menemukannya, apapun itu, saya kembangkan. Optimalkan. Maksimalkan.

Dan saya akan siap menerima kritik sepedas apapun dari orang lain.

Hehe..

 

(terima kasih untuk : Rr. Cindy Ramadhania dan Mario Teguh)

Sya

Photo AlbumSpektrumJul 10, '08 1:51 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Unit Fotografi Unpad

LinkJul 10, '08 1:46 PM
for everyone
Link: http://www.cindymutiaratu.multiply.com

Tulisan-tulisan oleh adik kecil saya.